benarkah kita sudah mencitai keluarga kita

6 08 2007

ada satu pertanyaan yang menanyakan kepada saya … apakah anda mencitai keluarga anda, saya selalu jawab oh iya tentu dong, saya sangat mencintai keluarga saya

akan tetapi saya pikir-pikir apakah memang benar saya sudah mencintai keluarga saya … apa yang dapat saya berikan untuk keluarga saya, memberi kan dia sandang, pangan dan papan apakah hanya itu wujud dari mencintai keluarga saya, apakah hanya dengan mengatakan .. ” bapak ibu, istri saya anak saya saya mencintai kalian semua … apakah hanya seperti itu apakah bagaimana ??

pertanyaan yang sederhana itu akhirnya saya pikirkan dengan menggunakan hati dan membuka pikiran saya, dan jawaban yang saya berikan seperti itu ternyata belum membuat saya sendiri puas …

mungkin para pembaca tahu artinya dan hakekat mencintai keluarga kita … dalam bentuk atau dalam wujud apa saja …

silahkan pembaca memberikan komentar nya … trim’s


Actions

Information

3 responses

7 08 2007
fitri mala

menurut saya pribadi mencintai keluarga tdk cukup hanya dlm perkataan saja…..karena perkataan gampang sekali hilang dan terlupakan………. dan mencintai keluarga tdk cukup hanya dengan memberikan sandang, pangan dan rumah bahkan kemewahan……Mencintai keluarga adalah memberikan kasih sayang, pendidikan secara luas (agama dan ilmu pengetahuan), waktu, perhatian, mendengarkan,diskusi,bekerja sama, dan tentunya memberikan sandang, pangan dan papan kalau bisa kemewahan dan yang terpenting hindari kekerasan dlm keluarga…………tp itu terlalu ideal ya….hehehehehe

7 08 2007
masamal

trim’s ibu Fitri … atas pendapatnya … saya tertarik juga atas pendapat ibu yang mengatakan pendidikansecara luas … yang saat ini kita menyadari bahwa pendidikan cukup mahal (walaupun tdk untuk kalangan tertentu) … ,

memberikan perhatian : wow ini juga cukup menarik …

oke mungkin ada yang ingin menambahi bisa dengan contoh2 realnya mungkin ..
trims’ ya

2 04 2008
Nanang Suryana

Assalamu’alaikum wr.wb. Mas Amal yang baik

Menarik sekali judul tulisanya. Jadi teringat pertanyaan Pa Radzi Saleh saat saya mengikuti BOB di Bandung Desember 2007 lalu. “Apa pengorbanan Anda untuk orang-orang yang Anda cintai?” Selama ini mungkin (maaf) KITA BOHONG pada Istri, Anak, bahkan orang tua kita. Kita katakan cinta, tapi tidak sungguh-sungguh berkorban untuk mereka.

Walaupun untuk ikut BOB saya harus ‘berdarah-darah’ dg Istri dalam kondisi finansial yang belum baik(maaf ini dramatisasi saya saja). Dengan keyakinan ini bisa menjadi jalan Perubahan Besar saya dan keluarga. Alhamdulillah, Selain berbuah semangat untuk memberikan nafkah yang terbaik. Saya pun mendapat jawaban Alloh, dengan hadirnya tambahan income dan jaringan untuk mendukung bisnis K-LINK saya dan konvensional saya.

Yang terpikir saat itu adalah, bagaimanapun saya harus berkorban demi kebahagiaan mereka, bagi siapapun. Karena kebahagiaan saya adalah ketika bisa membahagiakan orang lain.

Sabar ketika diomelin istri, sabar ketika anak menjengkelkan kita. Ya itu berkorban perasaan kita juga kan? Memeluk mereka dengan rasa kasih dan sayang tiap hari, tidak membutuhkan waktu lama. Tapi dampaknya luar biasa. Yang penting mereka bahagia. (tentu proporsional saja, bukan berarti memanjakan)

Investasi terbesar saat ini yang saya pahami dan yakini adalah memberikan pendidikan terbaik baik agama juga ilmu lainnya, menjadi bekal bagi orang-orang yang kita cintai ketika kita sudah tiada. Memberikan buku-buku dan media belajar yang prima, sekolah pilihan terbaik untuk anak, terutama teladan baik kita sebagai orang tua.

Insya Allah, jika kita ada Niat, Kemauan & Tekad yang Kuat akan Ada Jalan.
Semoga bermanfaat.
wallahu’alam bishawab.

Selamat Berjuang Mas Amal dan Sahabat-sahabat lainnya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
~ Nanang Suryana dari Bandung

Leave a comment